Sukses Membangun Tim Startup

Posted on Posted in Bisnis

Halo readers, semakin majunya zaman, semakin banyak juga anak – anak bangsa yang ingin membangun startup, kalau membicarakan startup rasanya sulit untuk membangun startup tanpa adanya sebuah tim.

Karena startup sendiri tidak bisa dibangun hanya dengan satu orang CEO tapi juga harus ada yang melengkapi bagian bagian seperti COO.

Okay sebelum kita membahasa bagaimana membangun tim yang solid untuk startup penulis akan membahas sedikit apa itu CEO dan COO

CEO (Chief Executive Officer)

Menurut Joel Gascoigne (CEO Buffer), CEO memiliki peran untuk menangani Produk, Support, Investor Relation, dan Engineering yang pada intinya menurut Joel, CEO menangani dapur internal perusahaan dan hanya satu peran yang di eksternal perusahaan yaitu Investor Relation

COO (Chief Operational Officer)

Kebalikkan dari CEO Menurut Joel, COO menangani dapur eksternal perusahaan seperti Marketing, Business Development, Metrics, dan Recruiting.

Tapi dikembalikan lagi kepada kita sang PEMBANGUN STARTUP pembagian tugas antara CEO dan COO itu sebenarnya untuk melengkap kelebihan dan kekurangan masing – masing dari CEO dan COO tersebut. Bisa saja CEO mengurusi eksternal dan COO mengurusi internal atau kebalikkannya seperti yang Joel katakan
Okay, sekarang kita bahas bagaimana membangun tim startup. Dari buku yang penulis baca yaitu STARTUPRENEUR “MENJADI ENTREPRENEUR STARTUP” karya dari Hendry E. Ramadhan, beliau mengatakan ada 9 Aspek untuk membangun tim startup yang bagus

1. Rekrut Doers


Doers disini adalah Pelaku atau orang yang dapat menuntaskan tugasnya atau tanggung jawabnya. Disini mungkin bisa dimaksudkan juga sebagai orang yang melakukan pekerjaannya dengan inisiatif yang tinggi

2. Posisi


Posisi disini maksudnya adalah kita harus merekrut orang sesuai dengan posisi yang dibutuhkan misalnya kalau kamu seorang yang bagus dalam hal teknis ada baiknya kamu merekrut orang yang bisa dalam menangani hal hal eksternal seperti Marketing, PR, dan lain – lain

3. Rekrut vs Partner


Dalam hal ini mungkin tidak perlu merekrut pekerja full time untuk mengisi suatu posisi. Mungkin untuk saat awal – awal berdirinya startup kamu bisa mencari partner dari luar. Tanpa harus kamu gaji setiap bulannya. Tetapi konsekuensinya kamu harus merelakan sebagian saham kamu untuknya

4. Full Time vs Kontrak


Kamu sebagai pendiri startup harus bisa menentukan kebutuhan sumber daya perusahaan apakah perusahaan kamu memerlukan pekerja Full time atau hanya membutuhkan pekerja Kontrak.

5. Identifikasi Kandidat


Maksudnya adalah disini kamu harus tahu, kandidat seperti apa yang dibutuhkan oleh startup kamu? Kamu membutuhkan lulusan S1 kah atau hanya lulusan SMA? Jika sudah siap dan tahu kandidat seperti apa yang kamu butuhkan kamu bisa mengiklan kan lowongan yang kamu buka melalui flyer atau bisa juga melalu JobsDb, Jobstreet dan lain – lain

6. Interview


Setelah kamu mendapatkan kandidat yang pas dari iklan yang kamu sebar, undang kandidat tersebut ke kantor kamu untuk sesi interview. Tetapi kantor disini bukan ruangan eksekutif yang ada di gedung gedung besar. Bagi startup Kantor itu bisa dimana saja misalkan di kafe. Karena bagi pendiri startup rumah adalah kantornya

7. Tes


Setelah selesai menginterview kamu perlu melakukan tes terlebih dahulu. Berikan kandidatmu tugas kecil dengan waktu yang singkat. Agar kamu mendapatkan kandidat yang sesuai dengan harapanmu

8. Rekrut


Menurut Alex, CEO dan Founder startup Groove¸”Startup tidak merekrut karyawan tetapi merekrut anggota tim” filosofi yang sangat bagus yang disampaikan oleh Alex. Yang dimaksud dari Filosofi tersebut adalah Anggota tim yang baru masuk membentuk kesatuan tim yang saling berkolborasi untuk membangun sesuatu yang luar biasa, tidak ada senioritas dalam tim tersebut yang ada hanya sekelompok orang yang bekerja sebaik mungkin untuk memberikan nilai kepada pelanggan

9. Setelah Rekruitmen


Proses membangun tim tidak sampai hanya rekrut saja, proses setelahnya harus kamu perhatikan seperti budaya kerja. Beberapa startup dunia memprioritaskan kandidat yang sesuai dengan budaya kerja yang telah terbangun di startup tersebut.

Demikian Ilmu singkat yang dapat penulis sampaikan terima kasih untuk kamu yang sudah menyempatkan membaca artikel ini jangan lupa untuk Like and Share Fanpage Makuzaku Indonesia

Source : STARTUPRENEUR “MENJADI ENTREPRENUR STARTUP” Hendry E. Ramadhan

Pos Terkait :

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *